This topic contains 0 replies, has 1 voice, and was last updated by  admin 1 year, 7 months ago.

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #301

    admin
    Keymaster

    Alat tradisional rebana yang biasa di mainkan dalam aksi budaya islami, ternyata diminati pasar Internasional. Sejumlah konsumen asal Malaysia, Singapura atau Korea Selatan sampai berburu alat musik rebana ke Demak, Jawa Tengah.

    Seperti di rumah produksi alat musik rebana milik Zaeni (53) warga Demak Bonang, Karanglati, Demak. Setiap hari aktivitas pekerja ramai memproduksi alat musik tersebut.

    Belasan karyawan sibuk dengan keahlian membuat alat musik rebana. Sebagian memproduksi alat badan gendang dari bahan baku kayu dan lainnya menghaluskan badan gendang.

    Dibutuhkan keahlian khusus untuk membuat gendang, mulai memotong kayu, membentuk badan gendang, menghaluskan hingga finishing. Bahkan untuk memasang kulit gendang hanya dilakukan oleh karyawan khusus yang sudah terlatih.

    Zaeni menggeluti usaha membuat rebana dan bedug sejak 1997. Pada awal merintis usaha, kakek dua cucu ini terpaksa menjual kalung emas istrinya untuk modal membeli bahan baku jenis kayu mulai kayu nangka, mahoni, trembesi atau kayu mangga.

    Pemasaran produk saat itu masih sebatas memenuhi kebutuhan lokal yaitu seputar Demak, Semarang dan sekitarnya. Promosi yang dilakukannya pun cukup sederhana, yaitu dari mulut ke mulut, melalui jamaah pengajian.

    Setelah anaknya mempromosikan melalui jaringan internet, tidak sedikit pembeli dari luar negeri memesan rebana buatannnya. Meski persaingan ketat, namun Zaeni telah memiliki pangsa pasar sendiri, bahkan usahanya telah merambah pangsa ekspor ke negara Korea Selatan, Malaysia, Hongkong dan Arab Saudi.

    Usaha Zaeni pun berkembang pesat, semula dikerjakan sendiri hingga merekrut belasan pekerja. Pesanan rebana dan bedug tidak mengenal musim seperti bulan besar atau Zulhijjah, namun setiap bulan selalu ada permintaan.

    Dalam satu bulan, bengkel milik Zaeni mampu memproduksi sampai 20 set unit alat rebana dengan harga bervariasi. “Satu set hadroh seharga Rp3,5 juta, rebana Rp4 juta – Rp4,5 juta. Untuk bedug antara Rp10 juta – Rp40 juta,” ujar Zaeni.

    sumber: economy.okezone.com/read/2016/12/23/320/1574410/inspirasi-bisnis-alat-tradisonal-rebana-rp4-juta-tembus-pasar-internasional

Viewing 1 post (of 1 total)

You must be logged in to reply to this topic.